Berburu Bintang Sebelum Pagi Datang

Semalam hingga subuh tadi sebenarnya tidur saya cukup lelap. Namun tepat jam 05.00 saya terbangun. Saya keluar ke halaman rumah dan melihat ke arah selatan, langit cukup bersih tanpa awan. Saya pikir, sebelum berangkat ke Singaraja, ada baiknya saya motret gugusan bintang dulu. Rasanya sudah cukup lama saya tak berburu gambar galaksi Bima Sakti (Milky-Way).

Tanpa pikir panjang, saya ambil kamera dan tripod, dan tancap gas ke Pantai Pengambengan; pantai terdekat dari rumah yang hanya butuh waktu tempuh 10 menit. Pantai Pengambengan merupakan salah satu nama dari garis pantai tepi selatan Pulau Bali. Setiba di sana, saya berusaha mencari sesuatu yang menarik buat saya jadikan foreground. Air laut cukup surut, dan aha… kebetulan ada beberapa perahu kecil yang berjajar di pasir. Ini cocok untuk dijadikan foreground.

Milky Way di Langit Pengambengan

Sambil menikmati hangatnya pasir, saya duduk dan mengambil beberapa jepretan. Rata-rata per foto saya ambil selama 25 detik. Saya setting ISO 1250 dan bukaan lensanya f/2.8 dengan fokus infinity (tanpa batas). Suasana gelap seperti itu tak mungkin bagi saya menggunakan live view. Akhirnya saya hanya meraba-raba dan memperkirakan komposisi yang pas agar perahu dan gugusan bintangnya masuk ke frame foto saya.

Sebelum matahari terbit, saya sudah kembali ke rumah. Saya buka laptop dan mengedit salah satu dari foto yang komposisinya saya anggap bagus. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk mengolah satu foto itu. Dan hasilnya bisa teman-teman lihat di halaman ini. Saya membuka diri untuk menerima masukan dan kritik tentang foto-foto saya. Semoga berkenan berbagi di kolom komentar. Terima kasih.

Related Images

5 thoughts on “Berburu Bintang Sebelum Pagi Datang”

  1. Pantaslah banyak bintang..ternyata ambilnya jam segitu.
    Benar2 indah…jadi rindu kampung halaman..Jimbaran rada susah mendapatlan bintang jika tidak ke pantai

    1. budi astawa

      betul sekali, Hani. Di perkotaan yang padat dan penuh lampu memang susah melihat bintang, langitnya jadi haze gitu. Paling bagus itu di gunung atau di pantai yang sepi…

  2. Cakep…bintang terindah yang kulihat selama hidupku ini adalah bintang di saat hari raya nyepi…hiks…sayang kameraku tak mampu mengabadikannya

    1. budi astawa

      Ah, siapa bilang gak mampu, mbak? Semua DSLR bisa memotret bintang. Tapi ada pengaturan tertentu. Dan juga diperlukan sebuah tripot untuk menopang kamera menatap langit. Nanti saya ajarin dah…

  3. kalau motretnya pakai hp aja bisa gak Bli? hihihi maklum gak bisa moto

Leave a Comment