Jangan Biarkan Kaki Kita Malas
Sepasang kaki kita ini memang ditakdirkan untuk berjalan. Tapi teknologi transportasi saat ini sepertinya sudah membuat kita malas untuk melangkahkan kaki. Misalnya, untuk membeli sesuatu ke toko yang jaraknya cuma 25 meter dari rumah saja kita pakai sepeda motor. Padahal kalau nggak buru-buru amat, itu sebenarnya saat yang tepat buat mengolahragakan kaki kita.
Nenek moyang kita dulu bisa berumur lebih panjang dari kita manusia sekarang. Selain diklaim karena makanan, salah satu penyebab penyakit yang dapat memperpendek usia adalah karena kita kurang bergerak. Dan pergerakan atau perpindahan tubuh secara alami itu 50% dilakukan dengan melangkahkan kaki. Saya menulis ini bukan untuk menggurui, tapi untuk mengingatkan diri sendiri juga. Karena selama ini saya memang malas berjalan kaki.
Menurut beberapa sumber yang saya baca, berjalan kaki sudah terbukti dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti migren, berat badan, masalah pernapasan, jantung, dan lain sebagainya. Berjalan kaki selama 30 – 45 menit sehari dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh kita.
Mengutip dari tabloidbintang.com, ada 10 manfaat jalan kaki bagi kesehatan kita:
- Menghindarkan dari diabetes tipe 2. Program pencegahan diabetes memperlihatkan, jalan kaki 150 menit per minggu akan mengurangi 7 persen berat badan Anda atau sekitar 7 kg. Lebih penting lagi mampu menurunkan penyakit diabetes hingga 58 persen.
- Memperkuat jantung pria. Dalam sebuah penelitian, tingkat kematian pada pria pensiun yang berjalan kaki kurang dari 1 mil per hari dua kali lebih banyak dibanding mereka yang menempuh jarak 2 mil per hari.
- Memperkuat jantung wanita. Studi yang dilakukan pada 72.488 wanita memperlihatkan, jalan kaki 3 jam per minggu akan mengurangi risiko terkena serangan jantung atau jenis penyakit jantung lain.
- Baik untuk otak. Dalam studi tentang jalan kaki ditemukan, wanita yang berjalan 1,5 jam per minggu memiliki fungsi kerja organ kepala yang lebih baik daripada mereka yang hanya berjalan 40 menit per minggu
- Baik untuk tulang. Riset memperlihatkan bahwa wanita menopause yang berjalan kurang lebih 1 mil per hari memiliki kepadatan tulang lebih baik daripada mereka yang sedikit berjalan kaki, dan jalan kaki sangat efektif untuk menurunkan kehilangan massa tulang di bagian kaki.
- Mengurangi gejala depresi. Jalan kaki selama 30 menit, 3-5 kali per minggu selama 12 minggu, mengurangi gejala depresi.
- Mengurangi risiko kanker payudara dan kolon. Wanita yang berjalan secara rutin 65 menit hinga 135 menit per minggu bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kolon hingga 18 persen dibandingkan wanita yang tidak aktif. Studi memperlihatkan, olahraga dapat mencegah kanker kolon. Untuk orang yang telah terkena kedua kanker, olahraga mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kematian.
- Meningkatkan kebugaran. Jalan kaki 3 kali per minggu selama 30 menit dapat meningkatkan kebugaran dan sistem pernapasan secara signifikan.
- Jalan kaki singkat pun meningkatkan kebugaran. Studi yang dilakukan pada pejalan kaki wanita memperlihatkan, jalan kaki singkat sekitar 10 menit per hari pun punya efek buat kesehatan. Hasilnya akan terlihat pada peningkatan kebugaran dan pengurangan lemak di tubuh, kalau dilakukan hingga 30 menit per hari.
- Meningkatkan fungsi fisik. Riset memperlihatkan, jalan kaki bisa meningkatkan kebugaran dan fungsi kerja tubuh serta melindungi tubuh dari penyakit degeneratif pada orang lanjut usia.
Berjalan kaki adalah olahraga yang paling murah dibanding olahraga lainnya. Kita hanya perlu sepasang sepatu untuk melakukannya. Atau jika tak ada sepatu, pakai sandal juga bisa. Bahkan telanjang kaku pun jadi. Berjalan kaki bisa dilakukan di depan rumah, di areal sekitar perumahan, di teras, di halaman, di taman kota, atau jika Anda enggan keluar rumah bisa dilakukan dengan treadmill. Cuman ya… kita perlu keluar biaya untuk membelinya *jadi olahraga mahal dong*
Oleh karena itu saudara-saudara, *kok jadi khotbah* jangan biarkan kaki malas. Mari langkahkan kaki dan ayunkan tangan. Dan mari saling mengingatkan.
Sumber: TabloidBintang.Com
